Testimoni
17 November 2007
Astaghfirullaah…. Kenapa aku nggak belajar menghitung nikmat yang Dia karuniakan kepadaku?
Ngapain pusing mikirin celoteh orang-orang, sementara yang kucari hanyalah keridhaan Tuhan? Ngapain pusing dilabeli “anjing”, sedangkan yang “menggonggong” justru para “kafilah” yang “berlalu” itu? Ngapain pusing mikirin fitnah, hujatan, dan cercaan dari puluhan orang, padahal yang menghargai diriku dan tulisanku berjumlah… ah, kuhitung dulu.
Orang yang menghargai diriku dan tulisanku jumlahnya sepuluh, duapuluh, tigapuluh, … lebih dari seratus orang. Duaratus, tigaratus, empatratus, … lebih dari seribu orang. Duaribu, tigaribu, empatribu, … pokoknya ribuan orang. Alhamdu lillaah….
Aku mesti bersyukur. Ternyata tidak sedikit orang yang menghargai keberadaanku. Sebagian diantaranya bahkan memuji diriku dan tulisanku. Sungguhpun pahala atas kebaikan mereka ini merupakan urusan Sang Mahaadil, aku mesti berterima kasih kepada mereka:
Pak Eby (erander) memandang diriku sebagai “yang dituakan” di dunia blog kita. Beliau pun menegaskan bahwa masih banyak pembaca yang mendukungku. Terima kasih.
Sang Munggur menyatakan salut atas keterus-terangan diriku (dan beberapa bloger lain) dalam mengungkap identitas-diri. Terima kasih. (Bandingkan dengan para pencercaku, di forum MyQuran dan blog Pacaran Islami misalnya, yang sebagian besar menggunakan nama samaran. Mudah-mudahan mereka itu bukan pengecut yang beraninya hanya menulis “surat kaleng”.)
Bang Herianto, Bung Joe alias Shelling Ford, pasangan Dilla & Khabib, Dik Sitha, Dik Indarwati, Dik Nuvailia, Pak Nugon, dan Bung Iwok adalah sebagian diantara orang-orang yang dengan tulus memperlakukan diriku sebagai saudara yang mereka sayangi. Sebuah persaudaraan islami yang indah. Terima kasih.
Bu Lita, Dik Donny Reza, Ukhti Rien, Dik Nara, Dik Rusdin, Dik Nina, Dik Rini, Dik Risma, dan Dik Ovis merupakan sebagian diantara orang-orang yang dengan rendah-hati memperlakukan diriku sebagai “orangtua” yang mereka segani. Terima kasih.
Cak Kurtubi, Mas Agor, Sang ItikKecil, The 2ndPrince, Si Aprina, pengusung BlogKeimanan, pemilik TelMark, penyuara DalamHati, Mr. Mihael “D.B.”, Pak Sawali, Sdr. Anggara, Si Dimas, Cak Alief, Bung Danalingga, Pak IchsanMufti, Mas Sofwan, Sang Kopral Geddoe, dan Wak Somad ialah sebagian diantara orang-orang yang dengan adil memperlakukan diriku sebagai manusia khalifah ilahi di muka bumi. Terima kasih.
Ada cukup banyak netter yang mengunjungi dan menyimak tulisan di blogku. Tidak sedikit di antara mereka, terutama yang spiritual, yang menuliskan komentar positif terhadap tulisanku. Terima kasih.
Itu baru dari dunia maya, belum lagi dari dunia nyata. Para penerbit, pengedar, penjual, pembeli, dan pembaca bukuku, serta kerabat dan handai tolanku, hampir semuanya menghargaiku. Terima kasih.
Setelah kuhitung-hitung, jumlahnya mencapai sepuluh ribu, duapuluh ribu, tigapuluh ribu, …. pokoknya tak terhitung. (Maaf, karena jumlahnya sebesar itu, aku tak mampu menuliskan namanya satu per satu di halaman ini.) Ternyata jumlah orang yang menghargai diriku jauh lebih besar daripada yang melecehkan tulisanku. Alhamdu lillaah…. Alhamdu lillaah…. Alhamdu lillaah….
Yang sedang belajar menghitung nikmat-Nya,
MS



Assalamu’alaikum Wr Wb.
Pak M. Shodiq, blog Anda luar biasa…
Nabi pernah bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia lain”.
Saya pikir pak Muh Shodiq sudah menjadi pribadi yang sesuai dengan sabda Nabi tersebut… Anda telah berkarya yang menebarkan banyak manfaat pada sesama musafir kehidupan…
Laksana lebah yang menghasilkan madu yang mengagumkan, Anda telah berkarya dengan tulus demi meraih ridlo Ilahi dan juga membantu sesama saudara seiman untuk berusaha mengenalnya…
Anda berkarya dengan taqwa, anda menulis dengan iman, anda menulis dengan ihsan…
Tiada yang diharapkan seorang hamba yang tulus mendedikasikan hidupnya kecuali perjumpaan dengan Rabbnya dalam keadaan yang diridloi kelak di alam yang abadi…
“Yaa ayyatuhannafsul muthmainnah, irji’ii ilaa robbiki roodliyatan mardliyyah.. fadkhuliii fii ‘ibadii wadkhulii jannatii”
Dan indahnya mendapat salam dari Rabb Semesta Alam, “Salaamun qoulan mirrobbirrohiim..”
Wassalamu’alaikum Wr Wb.
Mas Shodiq … Anda ini idenya memotivatif. Saya suka itu.
Saya dukung Penjenengan. Tulisannya mencerahkan, dan membuka wawasan. Saya jadi berpikir tentang apa yang selama ini tidak dipikirkan.
Blog yg bagus Pak Shodiq. Teruslah berkarya, dan cerahkan masyarakat kita.
salam bestseller
~ez
Wah keren.. keren… tulisannya nyentil tapi nggak berkesan menggurui.
Bagus nih pembahasannya.
Terusin dong… pak!
tepat 19 tahun saat pak Shodiq menulis testimoni ini (nulis apa ngapload ya)
salam hangat
Aze
membuka blog ini membuatku ingin membaca semuanya, sayang harus pelan2 dulu krn ada dedlen lain
Assalamu alaikum
aku msh SMA, aku sgt tertarik dan ingn memperdalam islam
ktika
aku pertama kali bk blog ini,,tp aku pgn bc smua
isinya bgus,, kbnyakan ttg kehidupan remaja saat ini dan yg aku alami
wow keren bgt.gak th mau nls apaan lg .pokone bgs bgt
salam kenal pak Shodiq…!