Kebahagiaan Penulis Buku

2008 Mei 12
by M Shodiq Mustika

Di manakah letak kebahagiaan penulis buku? Apakah letaknya pada hasil penjualan buku yang memadai untuk kebutuhan hidup sekeluarga? Pada royalti? Pada ketenaran nama diri? Pada pujian dari pembaca?

Tentu saja, pujian dari pembaca (serta royalti dll.) merupakan hadiah berharga yang membuatku lebih bersemangat menangani buku-buku berikutnya. Kadang, hadiah itu tak terduga, dan “kejutan” yang menyenangkan itu tentu saja terasa “sangat” membahagiakan.

Ketakterdugaan itu terkadang muncul dari pujian pembaca bukuku yang tidak menyebutkan buku mana yang dia maksud. Contohnya, e-mail singkat dari seorang gadis 18 tahun:

setelah baca buku anda, banyak sekali manfaat yang saya rasakan. makasih atas ide-ide anda untuk mengembalikan semangat kita untuk menjalankan segala perintah-perintahNya.Dengan mambaca buku-buku anda saya jadi tersadar bahwa hal-hal yang saya anggap remeh dan tidak penting ternyata malah bisa mengantarkan kita pada gerbang kesuksesan. saya tunggu buku anda selanjutnya.

Wah, buku mana yang dia maksud? Jadi, penasaran deh. (Apakah rasa penasaran seperti ini mengurangi rasa bahagiaku?)

Bagaimanapun, kebahagiaan yang kurasakan selaku penulis buku adalah seperti ketika aku berbuka puasa. Saat puasa, beraktivitas memang agak terasa berat. (Begitu pula menulis buku berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.) Namun saat berbuka, apalagi berbuka berkali-kali dengan menu lezat-bergizi yang beragam, bukankah ini merupakan bagian dari kebahagiaan?

8 Tanggapan leave one →
  1. 2007 Mei 7

    Menulis selalu membahagiakan

    Salam kenal :)

  2. 2007 Mei 8

    Salut buat sampean bung, bisa menulis buku dan mendapatkan kebahagiaan dari situ…

    Mudah-mudahan saya bisa segera nyusul, jadi saya gak perlu dipenjara dulu baru mau nulis buku :D

  3. 2007 Mei 9

    Subhanallah…doakan saya bisa merasakan seperti mas shodiq rasakan….
    Moga-moga dilancarkan jalan. walaupun ampe skrg sy belum memulai2 jg

  4. 2007 Mei 25

    semoga saja, saya menjadi penulis yang dicintai pembaca. bukan itu saja, saya ingin pembaca pun memberikan kritikan pedas pada saya. setidaknya, semakin banyak kritikan pedas, maka semakin “termotivasi” diri ini untuk terus mengukir kata-kata.
    saya suka berbeda dengan penulis lainnya. disitulah letak “daya jual” pada pembaca. Semoga saya menjadi penulis yang tidak biasa. hehe…

    aamiiin.

  5. 2008 Januari 15

    Situs pertemanan makin banyak bertebaran di internet. Dari sekian banyak nama, friendster, adalah satu nama yang paling populer. Sebab, dari situs ini, kita bisa banyak mendapat teman, dan bahkan mencari teman yang sudah lama tidak berhubungan dengan kita. Situs pertemanan, bagi sebagian orang memang telah menjadi semacam media yang sangat menyenangkan. Selain bertemu teman, berkenalan, hingga saling mengirimkan undangan pertemuan, menjadikan media ini bukan sebatas media maya belaka.

    Nah, bagi yang mempunyai hobi sama, situs pertemanan bisa jadi juga memberi kemudahan untuk saling bertukar informasi, Salah satu situs petemanan khusus satu hobi ini bisa ditemui di http://www.penulis-indonesia.com. Seperti namanya, situs pertemanan ini memang hendak mengumpulkan jaringan para penulis di seluruh Indonesia yang tersebar di berbagai penjuru dunia.

    Menulis, belakangan memang menjadi sebuah fenomena yang makin berkembang di Indonesia. Makin banyak bermunculan penulis berbakat di tanah air yang tak hanya berbicara di tingkat lokal. Sebab, ada pula yang telah berhasil di ranah internasional. Hebatnya lagi, penulis di Indonesia itu sangat variatif usia pegiatnya, dari anak kecil hingga usia dewasa.

    Dengan situs pertemanan http://www.penulis-indonesia.com, para penulis ini hendak dikumpulkan dalam satu wadah pertemanan untuk saling dukung, saling dorong, saling bina, saling bantu, hingga suatu saat nanti, akan makin banyak penulis berkelas internasional di Indonesia. Tentunya, harapan ini bukan harapan kosong belaka. Sebab, hanya dengan kekuatan pertemanan dan relasi, kita bisa saling bantu menumbuhkembangkan dunia kepenulisan ini. Jadi, siap bergabung di http://www.penulis-indonesia.com?

  6. 2008 Mei 15
    Dilla permalink

    Ah, iya. Respon (apalagi yg positif) dr pembaca adalah kebahagiaan tak ternilai bagi penulis.

    Apalagi jika tulisan bermanfaat yg memberi inspirasi pembaca u menjadi lebih baik, wah..sungguh mjd ladang amal. Spt komentar2 dr pembaca bukumu, Kang. Ah, sungguh membikin iri..

    Selamat ya, Kang Shodiq, makin banyak aja yg menunggu buku2nya.

    Mendapat royalti atw honor penulisan tentu bagian dr kebahagiaan juga. Menyenangkan menerima bonus atas karya yg kita hasilkan. Tapi, spt jalan rizki2 lainnya, saya lebih suka menganggapnya sbg bonus atas kinerja kita. Diharapkan, tapi tdk dikejar sbg tujuan utama :)

  7. 2009 Februari 16

    Saya setuju mas. Kebahagiaan bagi penulis buku adalah apabila tulisannya dianggap berguna bagi orang lain dan orang yang membacanya mendapat manfaat dari buku tersebut.
    Kini setiap orang bisa berbagi ilmu dengan menerbitkan sendiri bukunya dalam bentuk ebook dan menjualnya melalui website buku10000.com

    • 2009 Februari 16

      @ ebook
      alhamdulillah….
      semoga itu tidak menjadikan ku sebagai manusia yang sombong
      amien….

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS