Karena sudah ditakdirkan, perlukah mencari jodoh?
saya seorang gadis 24 tahun dan belum menikah, saya mau bertanya sesuatu yang sangat mengganggu hati saya. [1] benarkah jodoh sudah ditetapkan oleh Allah tanpa bisa diubah?? [2] karena selama ini selalu gagal, sekuat apapun saya berusaha untuk mencari jodoh, apakah saya tidak perlu berusaha lagi?? dan menunggu takdir dari Allah saja?? [3] apakah jodoh itu perlu dicari?? kalo “iya”, bagaimana konsep mencari jodoh secara islami??
Pertanyaan pertama, “benarkah jodoh sudah ditetapkan oleh Allah tanpa bisa diubah”, itu mengandung dua pertanyaan yang jawabannya berbeda. Karenanya, kita perlu menelaahnya satu persatu.
A) Benarkah jodoh sudah ditetapkan oleh Allah? Ya, benar. Bahkan, bukan hanya jodoh. Segala hal mengenai diri kita sudah ditetapkan/ditakdirkan oleh Allah ketika kita berada di rahim bunda. Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari Muslim dari Ibnu Mas’ud r.a., dikabarkan bahwa Rasulullah saw. bersabda:
Sesungguhnya proses penciptaan setiap orang dari kalian berada di perut ibunya selama 40 hari berupa segumpal air mani. Selanjutnya ia berubah menjadi segumpal darah dalam masa yang sama. Kemudian ia berubah menjadi segumpal daging dalam masa yang sama. Lalu Allah mengutus seorang malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya disamping diperintahkan untuk menuliskan empat perkara, yakni [1] rizkinya, [2] ajalnya, [3] perilakunya, dan [4] bahagia-celakanya.
B) Apakah jodoh (dan segala takdir lain) yang sudah ditetapkan oleh Allah itu bisa diubah? Ya dan tidak. Takdir itu tidak bisa diubah oleh manusia, tetapi dapat diubah oleh Allah. Allah SWT berfirman:
“DihapuskanNya mana yang dikehendakiNya, dan ditetapkanNya mana yang dikehendakiNya, sebab di tanganNyalah terpegang Induk Kitab (Lauh Mahfuzh) itu.” (QS ar-Ra’du [13]: 39)
Lantas, karena jodoh (dan segala takdir lain) itu hanya bisa diubah oleh Allah, apakah sebaiknya kita menunggu takdir dari Allah saja tanpa perlu berusaha lagi?
Bukan begitu. Alih-alih, Allah dan Rasul-Nya telah mempersilakan kita untuk berusaha supaya Allah mengubah takdir-Nya (dari yang “buruk” ke yang “baik”). Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan [yang ditakdirkan pada] suatu kaum sebelum mereka [berusaha] mengubah keadaan [yang ditakdirkan pada] diri mereka sendiri.” (QS ar-Ra’du [13]: 11)
Rasulullah saw. pun telah mengajarkan doa istikharah (menurut hadits Bukhari, Ahmad, dll), yang isinya mengandung permohonan mengubah takdir-Nya:
“Ya Allah, sekiranya Engkau tahu bahwa urusan ini lebih baik untuk diriku, agamaku, dan kehidupanku, serta [lebih baik pula] akibatnya [di dunia dan akhirat], maka TAKDIRKANLAH dan mudahkanlah urusan ini bagiku, kemudian berkahilah aku dalam urusan ini. … dan TAKDIRKANLAH kebaikan untukku di mana pun, kemudian jadikanlah aku ridha menerimanya.“
Singkatnya, supaya Allah mengubah takdir-Nya (dari yang “buruk” ke yang “baik”), termasuk dalam hal jodoh, kita perlu berikhtiar dan berdoa.
apakah jodoh itu perlu dicari??
Ya, perlu. (Dalilnya, QS ar-Ra’du [13]: 11, sudah kita simak di atas.)
kalo “iya”, bagaimana konsep mencari jodoh secara islami??
Silakan simak artikel “konsep mencari jodoh secara islami”. Di sana, saya menjelaskannya sesuai dengan kaidah-kaidah ushul fiqih.



pak, bukankah QS ar-Ra’du [13]: 11 adalah tentang merubah takdir? sedangkan jodoh itu kan dicari, bukan dirubah? jadi apakah dalil itu relevan?
wah, masalah jodoh menurut agama, ya?
aku tak berani komen lebih, ah. tapi, aku percaya bahwa jodoh itu sudah memang sudah ditakdirkan. bisakah berubah? mungkin sulit tapi bukan tak bearti susah. artinya, siapa tahu yang yang benar2 tulus, diiringi doa, mampu mengugah dan mengubah surat takdir.
ehem
@ ikhsan
Mencari jodoh merupakan bagian dari mengubah jodoh. Jika menunggu (dicarikan) jodoh, mungkin kau berjodoh dengan si X. Tapi kalau berusaha mencari jodoh, mungkin kau akan berjodoh dengan si Y. Jadi berubah, ‘kan?
@ atapsenja
ya, aku setuju dengan pendapatmu
Tidak perlu memaksakan jodoh bukan berarti tidak mencari, ikhtiar harus tetap dijalani.
Pacaran 3 tahun lamanya sampai tunangan ternyata tidak jadi menikah, pacaran 3 bulan ternyata menikah berarti jodoh.
Tidak disangka2 datangnya
Bukankah “Allah SWT tidak akan merubah nasib sesuatu kaum selama kaum itu tidak berusaha merubahnya?”
mudah2an bener…
This post is very hoting, and this blog is high ranked in
the top blogs report . You can
earn some money with a good blog like this.
menurut saya , jodoh itu yang penting ada usaha dan doa di dalam nya
itu saja
Saya sejurus dengan pak Ihsan .. jika kita mengunakan kosa kata mengubah, nanti malah sering membingungkan. Memang didalam ayat-ayat selalu mencantumkan kosa kata mengubah.
Makanya saya cenderung dengan memilih. Bukankah memilih juga ingin mengubah jurusan dari jurusan yang jelek ke jurusan yang baik? sebelum kita sampai ditujuan (takdir).
Jika kita sudah sampai di tujuan (takdir) bisa aja sih kita mengubahnya. Dengan cara balik arah. Nah, kalo dianalogikan dengan jodoh .. bisa jadi kita merasa ga cocok, langsung ingat kata mengubah .. langsung cari yang lain hehehe
padahal maksud mengubah sebenarnya tidak melulu mengubah tapi lebih pada memilih.
@ indra1082
Ya, saya sependapat.
@ realylife
Begitulah kesimpulan saya di artikel ini.
@ erander
Saya memahami dan memaklumi sepenuhnya pandangan Pak Eby. Saya rasa, Pak Eby khawatir kalau-kalau pembaca salah-paham, mengira bahwa “mengubah” itu identik dengan “mengganti secara total”. Padahal, makna “mengubah” itu jauh lebih luas.
Umpamanya, ada suatu perilaku istri saya yang kurang berkenan di hati saya. Untuk mengubah jodoh saya ini, caranya tidaklah harus menceraikannya (lalu menikah dengan wanita lain). alih-alih, saya bisa menyesuaikan diri terhadap perilakunya atau bahkan mengubah perilakunya. Hasilnya, orangnya tetap, tetapi kejodohan (kecocokan) saya dengannya berubah.
Saya sadar bahwa ada banyak orang yang belum memahami makna “berubah” yang luas seperti itu. Ini sebabnya, saya mengajak Anda menyusun penjelasan yang komprehensif (terutama dalam bentuk buku) mengenai bagaimana mengubah takdir yang benar, supaya mereka tidak salah paham lagi.
Saya sekarang paham .. terima kasih atas pencerahannya. Dan mungkin harus dimulai dari mengubah apa yang ada bukan dengan MENGGANTI apa yang ada. Bukan begitu kira-kira pak??
@ erander
Ya, Pak. Begitu. Sungguhpun demikian, saya tetap menghargai perbedaan pandangan. Bila Pak Eby lebih suka menekankan “memilih” daripada “mengubah”, it’s okay. (Saya sendiri lebih suka “mengubah” daripada “memilih”.)
Kalo takdir diartikan tidak berbuat apa-apa dengan berfikir akan datang sendiri, itu bukan takdir, tapi “putus asa”.
Kalo takdir diartikan segalanya bisa kita dapatkan dengan menghalalkan segala cara, itu juga bukan takdir, tapi “takabur”.
Hemat saya, takdir adalah bentuk keikhlasan kita menerima nikmat dari Allah setelah kita beriktiar sekuat tenaga. Jadi harus ada ikhtiar dan tawakal kemudian itulah takdir.
Saya memaknai bahwa jodoh itu adalah tetap sebuah pilihan yang harus diambil oleh manusia dengan usaha mencari dan ikhtiar tentunya.
memang Allah telah menyiapkan jodoh seseorang,…….. namun jika pilihan itu tidak diambil/dijemput, maka takkan bertemulah orang tersebut dengan jodohnya. Salam…
Asw.
Sorry yakh, saya telah bergabung.
Saya mau bagi sedikit pengalaman. Kebetulan nama saya “fitri” (l;aki-laki). Dulu waktu belum kawin dan punya pacar saya terkadang berpikir, gimana kalo saya (Fitri) kawin dengan cewek yang namanya juga “Fitri”. Pikiran itu hanya selintas saja, tanpa saya angkat menjadi doa. Suatu waktu saya kenalan ama awewe yang rupanya bernama “Fitri”. Setelah melalui jalan yang cukup panjang akhirnya dia jadi istri saya. Nakh, rupanya Yang Diatas mengabulkan lintasan pikiran saya tersebut. Jadi di sini ada peran yang namanya takdir (kejadian langka Fitri kawin dengan Fitri, yang rupanya merupakan jodoh yang Allah siapkan untuk saya) dan usaha (kenalan-pendekatan-penjajagan). Dan dalam usia saya yang sudah mendekati kepala 5, saya sangat meyakini kedua unsur pokok tersebut. Berbagai pengalaman saya telah membuktikan bahwa kedua hal tersebut saling berpengaruh menentukan arah hidup kita. Tinggal kita ikuti azza doa nabi Adam AS waktu mau diturunkan ke bumi, doa mohon kemudaan, dll.
Gitu azza.
Wassalam.
jodh dah ditakdirin ma Allah kapan and dimana ketemu nya yah ya gak tau, menurut Allah ajalah yang mana baiknya.
kalo aku sering banget neh,…. setiap tahjud apa gak mau tidur, ngucapin salam buat ‘dia’ yang aku gak tau di mana, assalamualaikum, ngucapin nya ya diresapin banget, kadang sampe netesin air mata,,,yah sapa tau aja telepati, jadi dia bisa denger gitu, paling gak dia ke inget dengan siapa jodoh nya kelak……
Bagaimana cara menjelaskan Kepada Otang tua kita yang pemahaman tentang Agamanya masih kurang???
Karena saya pernah coba menjelaskan tentang bagaimana saya akan mencoba mencari pasangan hidup saya, dan saya menyampaikan bahwa saya berencana tidak akan pacaran…. tapi mereka tidak bisa menerima itu, mereka beranggapan…bagaimana kamu akan membina dan mendapat kebahagiaan tanpa mengenal dam memahami calon istri kamu luar dalam. begitu kata mereka…. ada saran cara menyampaikan pandangan tentang jodoh kepada orang tua???
@ pria
Gunakanlah bahasa yang lebih mudah dipahami oleh orangtuamu. Diantaranya, pakailah istilah “pacaran” atau “pacaran islami”. Lihat artikel Mengapa pakai istilah “pacaran islami”
bagaimana kalau seandainya kita sudah benar-benar berusaha untuk merubah takdir kita dengan cara berkali-kali melakukan pacaran islami,tapi semuanya gagal dan itu membuat kekecewaan besar dalam diri dan jadi berfikir,” tak perlu mencari, nanti juga datang sendiri”.
bagaimana ya pak cara untuk menjadikan hati kita benar2 ikhlas dan tidak kecewa?
aku seorang laki2 yang kurang beruntung dengan wanita .tetapi hasrat nafsuku gede tapi aku udah berusaha untuk cari istri tapi ga ada yang mau juga sekarang aku kuliah di universitas swasta usia ku 24 th.kalo yang ada yang mau boleh telpon ke 085659911019