Orang Malaysia lebih cerdas daripada orang Indonesia?

2008 Februari 22
by M Shodiq Mustika

“… perkembangan dunia buku di Malaysia jauh lebih cepat. Jumlah oplah buku yang beredar untuk sekitar 25 juta penduduknya jauh lebih besar dibanding oplah buku di Indonesia dengan penduduk 200-an juta jiwa. … Di Malaysia yang populasi penduduknya hanya 12 persen dari jumlah penduduk Indonesia, buku berkategori non-fiksi dengan oplah 2.000 eksemplar hanya butuh waktu 6-12 bulan untuk terjual di pasar. Sementara di Indonesia membutuhkan waktu tiga tahun.” Demikian ungkap Adhe dalam bukunya, Declare! Kamar Kerja Penerbit Jogja (1998-2007), hlm. 35 dan 133.

Selaku penulis buku, informasi mengenai perbedaan Malaysia-Indonesia tersebut telah kurasakan kebenarannya. Bedanya jauh. Kita bisa membandingkannya secara langsung. Contohnya: Salah satu buku andalanku, Pelatihan Salat SMART: Untuk Kecerdasan dan Kesuksesan Hidup (Jakarta: Hikmah, Desember 2006), membutuhkan waktu lebih dari satu tahun untuk cetak-ulang. Sedangkan edisi Malaysia-nya, yang berjudul Solat Khusyuk Solat SMART (Kuala Lumpur: PTS Millennia, November 2007), hanya membutuhkan waktu tiga bulan untuk menjadi salah satu buku terlaris (bestseller) di Malaysia.

Sementara itu, kita juga bisa mendapat gambaran yang “menarik” dari jenis orang yang menyampaikan tanggapan positif terhadap kedua buku tersebut. Sejauh ini, pembaca Indonesia yang menyambut hangat hadirnya buku Pelatihan Salat SMART: Untuk Kecerdasan dan Kesuksesan Hidup hampir semuanya berasal dari kalangan “orang awam”. Selain Dr. Moh. Sholeh dari IAIN Sunan Ampel, Surabaya, belum ada cendekiawan muslim atau ulama lain di Indonesia yang menyampaikan komentar positif di depan publik mengenai buku tersebut.

Bandingkan dengan tanggapan pembaca Malaysia yang menyambut hangat hadirnya buku Solat Khusyuk Solat SMART. Diantara mereka yang menyampaikan komentar positif di depan publik itu ada: (1) Imam Besar Masjid Negeri Pulau Pinang, (2) Webmaster www.daawah.com, (3) cendekiawan muslim mantan Presiden Perwakilan Pelajar Universiti Islam Antarabangsa Malaysia, dan (4) cendekiawan muslim penulis buku BioMekanik Solat. Lihat http://salatsmart.wordpress.com/sambutan-hangat-tokoh-malaysia.

Memperhatikan perbandingan begitu, aku jadi bertanya-tanya: Ada apa gerangan? Apakah orang-orang Malaysia menaruh perhatian yang lebih besar pada perkara kecerdasan daripada orang-orang Indonesia? Apakah karena itu, mereka lebih cerdas daripada kita?

31 Tanggapan leave one →
  1. 2008 Februari 22
    danummurik permalink

    Ah masa sih?
    salam kenal.
    http://danummurik.wordpress.com

  2. 2008 Februari 22

    wah, pokokn ya selamat buat pak shodiq. ini juga bukti kalo bangsa kita itu masih iliterate, pak. yang penting bukunya bisa best seller meki bukan di negeri sendiri.

  3. 2008 Februari 22

    Sama sekali tidak!! Mungkin pendapatan orang Malaysia rata2 lebih tinggi dari orang Indonesia, mangkannya terlihat buku “lebih cepat laku” di sana, perputarannya bagus. Tapi untuk menjadi cerdas, bukan hanya faktor “daya beli buku” saja yang dilihat, tetapi daya cerna terhadap buku2 tersebut yang menjadi faktor utama. Dan dalam masalah daya cerna belum tentu orang Indonesia kalah dari negara2 lain, apalagi cuma lawan Malaysia! ;)

    • 2009 Juni 24
      rossy permalink

      iya memang benar kecerdasan orang bukan dilihat dari daya beli bukunya saja. Tapi dari banyak faktor, di antaranya daya tangkap, pengalaman, IQ dsb. Di sini saya menilai bahwa orang malaysialah yang tidak lebih cerdas dari orang Indonesia. lihat saja anak2 kita selalu langganan juara olimpiade internasional. Coba malaysia mana pernah menang. dan setahu saya orang malaysia paling terkenal arogannya dari akalbudinya.Tq

  4. 2008 Februari 23

    ah yang bener aja mas kalo nulis orang malaysia lebih pintar dari orang indonesia, kalo di oil n gas aja diadu antara engineer malaysia dengan indonesia jauh lebih pintar orang indonesia dari pada malaysia, dosen2, para pekerja di malaysia itu yang pintar2 itu pada umumnya orang indonesia yang enggan balik ke indonesia lantaran penghasilan di sana lebih gede, boleh tanya deh sama mahasiswa indonesia yang kuliah disana cerdasan mana orang malaysia dengan orang indonesia!!!!!

  5. 2008 Februari 23
    Rahayu Kartika permalink

    Jadi, orang yang BERADA DI Malaysia itu lebih cerdas daripada yang berada di Indonesia?

  6. 2008 Februari 23

    @ danummurik
    salam kenal kembali

    @ Sawali
    terima kasih, Pak
    mengakui kelemahan diri sendiri, bangsa sendiri, memang sulit

    @ Yari
    ya, dayabeli mereka rata-rata lebih tinggi; walau dijual di sana dengan harga 50% lebih tinggi daripada di sini, ternyata malah lebih laku

    @ inugraha
    wah, saya kurang tahu kecerdasan orang sana yang berada di sana
    yang saya tahu paling-paling hanyalah cerdasnya orang sana yang berada di sini

    @ Rahayu
    maybe yes, maybe not

  7. 2008 Februari 23

    wah slamet ya om, bukunya laris. ditunggu traktirannya. halah… sok kenal hehehe… :D
    btw, kita orang Indonesia memang lebih dekat dengan budaya Audio ketimbang visual. jadi minat baca kita kurang. coba banding dengan minat menikmati musik.

  8. 2008 Februari 24
    rusdin permalink

    mas shodiq, saya udah dapet buku dari malaysia itu. ketika jalan-jalan ke Hikmah Mizan, Mas Iqbal kasih saya satu. bukunya bagus!

    buku saya selanjutnya segera diterbitkan oleh Hikmah Mizan. sekarang saya lagi nulis tiga buah buku bulan ini.

  9. 2008 Februari 26

    Ya ya selamat deh … go internasonal ni ye. Gimana ya boleh nyusul ya.

  10. 2008 Februari 27

    wow.. udah internasional melayu rupanya.. iya pak sewaktu sy kesana jg meraskan perbedaan yg kental antara sikap mental bangsa kita dengan malaysia, terlepas dari berbagai macam fenomena yg ada skrg loh yah..
    dan sy pikir knp bukunya om shodiq bs meroket disana adalah krn mereka pnya kans yg lbh kepada religi..dan indonesia skrg lbh suka wacana yg “sekuler”

  11. 2008 Februari 27

    @ norie
    makasih… benar, minat baca kita kurang; tingkatkan yuk!

    @ rusdin
    good luck, semoga sukses dan diberkahi Allah!

    @ Ersis
    silakan nyusul, Pak

    @ fauzan
    ooo… gitu…. thank you

  12. 2008 Februari 28

    Apakah hal tersebut disebabkan orang-orang kita malas menulis atau malas membaca, ya?Aah dua-duanya tidak enak didengar.

  13. 2008 Februari 28

    Sebenanya untuk kecerdasan lebih tinggi orang Indonesia. Ini yang saya alami sendiri ketika 4 tahun kulian di Mesir. Buktinya?
    Untuk bimbingan belajar banyak mahasiswa Malaysia minta dibimbing orang Indonesia (seperti saya misalnya narsis dikit) dan nggak ada orang Indonesia yang minta bimbingan orang Malaysia.
    Setiap ujian akhir selesai, kalau antara orang Indonesia nanyanya, “Kamu dapat predikat apa?” Kalau orang Malaysia bertanya kepada sesamanya, “Kamu najah (naik) nggak?” Jadi untuk naik tingkat bagi Indon sesuatu yang sangat biasa, lain dengan orang Malaysia

  14. 2008 Februari 28

    Tapi …….
    Orang Malaysia itu mudah diatur, disiplin, dan menghargai waktu.
    Kalau orang Indonesia sulit diatur dan tidak disiplin.
    Intinya, secara otak lebih encer Indonesia, tetapi secara kedisiplinan dan kemajuan budaya lebih tinggi Malaysia.
    Selain itu, tingkat pendapatan Malaysia sangat tinggi dibanding Indonesia. Bisa 4 kalinya malahan.
    Sukses buat Pak Shodiq :)

    • 2009 September 10
      erwin permalink

      orang malaysia tuh bisa nya cuma copy paste ja kebudayaan indonesia
      di siplin ga tu nma’y?
      anjing

  15. 2008 Maret 21

    Melihat fenomena di atas, aku malah berpikir: orang Indonesia justru lebih cerdas daripada orang Malaysia.

  16. 2008 April 21
    SIFA permalink

    Eh,,,,
    enak j orang indonesia lebih bloon dari pada orang malaysia…..
    tetangga sendiri jangan saling menyiksa!!!!
    indonesia is the vest

  17. 2008 Juni 2
    akbar permalink

    Turut sumbang saran… kecerdasan suatu bangsa tidak hanya dapat diukur dari laku tidaknya sebuah buku ataupun banyak tidaknya komentar yang diberikan atas enerbitan buku tersebut. Banyak faktor lain yang sangat mempengaruhi kecerdasan suatu bangsa.

  18. 2008 November 24
    mik permalink

    saya rasa harusnya dibalik.
    mahasiswa indonesia lebih cerdas dari pada mahsiswa malaysia.
    fakta:
    dalam tingkat dunia.olimpiade sains indonesia berulangkali menjadi juara.
    malaysia mana??????

    daya kritis mahasiswa indonesia lebih bagus
    mahasiswa indonesia tak segan2 turun kejalan demontrasi menyuarkan ketidak adilan
    mahasiswa malaysia mana???hanya bengong dikampus…
    banyak fakta berbicara.
    malaysia hanya membanggakan diri sendiri.maklumlah pers disana dikekang.hanya berita baik negri sendiri yang dimunculkan.berita buruk dinegri orang disebarkan.

  19. 2008 Desember 1

    @ semua
    Apa sih kriteria “cerdas”?

  20. 2008 Desember 8

    jangan liat dari satu sisi aj bang….

    • 2008 Desember 12

      @ siswoyo
      yes yes yes

      @ banabakery
      kita jadi ikutan bingung?

  21. 2008 Desember 10
    banabakery permalink

    satu lagi, ketika ada pertemuan ek.syariah di FE UGM dgn dosen tamu (malaysian)…dosen tsb bilang bahwa mahasiswa Indonesia dan Malaysia sama saja kok. Maksudnya gini, kalo ditanya dieeemmmmmm…gak jelas…faham atau tidaknya. Bikin bingung dosen.

    • 2009 September 10
      erwin permalink

      goblog nu pinter hanya orang indonesia twu ga sih lho anjing

  22. 2008 Desember 16
    Elfitra Baikoeni permalink

    kelebihan negeri jiran kita itu adalah mereka mau berubah untuk lebih baik. sementara kita indonesia para pemimpinnya “takut” terhadap perubahan.

  23. 2009 April 20
    zulhelmi(yang mempunyai kelembutan) permalink

    salam semua rakan dari indonesia..
    aku zul dari malaysia..

    sebenarnya,di Malaysia pelajarnya tidak dibenarkan untuk terlibat dalam bidang politik dan menjadi satu kesalahan yang besar dan boleh dibuang dari unversiti..jadi sebab itu kami tidak terlibat dalam politik,tetapi kami lebih berusaha menyuarakan pendapat kami dalam politik secara aman..
    di malaysia,politiknya tidak seperti di indonesia..boleh dikatakan suasana politik kami lebih aman jika dilihat dari pelbagai aspek..
    kami juga telah diajar dari kecil supaya sentiasa berdisiplin dan belajar mengurus masa sendiri..
    kempen membaca buku juga sedang diperhebatkan disini..
    faktor pendapatan bagi saya tidak begitu mempengaruhi minat membaca di malaysia kerana disini,kami jika ingin membeli buku,kami akan berusaha dengan cara apa pun untuk membeli..
    ini semua kerana sikap pemimpin kami yang menerapkan nilai murni membaca sejak di zaman kanak-kanak lagi..

  24. 2009 September 10
    erwin permalink

    ekh anjing malaysia tuh kaya kotoran aku yang bru kluar

    persetan dengan malaysia

    ashhole malaysia

    malaysia go to hell

  25. 2009 September 15
    amir permalink

    Soal pinter dan tidak pinter tergantung orangnya…kalau menurut yg saya tahu orang israel tuhan kasih kepintaran yg lebih dari semua bangsa bangsa. tapi akhirnya karena dia merasa lebih pinter dia jadi sombong, samalah dengan iblis yg tak mau bersujud pd adam krn sombongnya. Tapi Allah Swt Maha Kuasa, tak ada satu kekuatan pun yg melebihi Dia. Saya saran marilah kita semua seluruh ummat manusia di manapun adanya berbuat baiklah untuk kemaslahatan ummat. terima kasih. kalau ada salah ucap mohon di buka pintu maaf.

  26. 2009 September 28
    mustika permalink

    ga usa pke kta2 kotor keq c0mment nya ..

Lacak Balik & Ping Balik

  1. Blogger Malaysia Tuduh Blogger Indonesia Lancarkan Propaganda Kebencian kepada Malaysia « M Shodiq Mustika

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS