Hasil Seleksi Co-Writer dan Seleksi Naskah Muslim Romantis
Alhamdulillah, setelah saya umumkan Lowongan Co-Writer dan Cari Naskah Muslim Romantis, sejumlah pelamar dan sejumlah naskah menyambut lowongan dan kesempatan tersebut. Tepatnya, ada 16 orang pelamar dan 51 naskah dari 39 orang penulis. Kepada mereka semua, baik yang lolos seleksi maupun yang belum lolos, saya haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya.
Berikut ini hasil seleksi lowongan Co-Writer dan naskah Muslim Romantis:
Hasil Seleksi Co-Writer
Dari 16 orang pelamar, yang saya terima untuk menjadi co-writer (penulis pendamping) saya ada 3 orang, yaitu:
1 – Indarpati
2 – Nursalam AR
3 – Dewi Rieka Kustiantari
Dengan lolosnya tiga orang tersebut, maka jumlah penulis pendampingku sekarang menjadi 8 orang. (Lihat halaman Titianku.)
Adapun 13 pelamar lain yang belum lolos seleksi, itu bukan berarti mereka tidak layak menjadi penulis pendamping. Bila melamar ke penulis lain, mereka masih dapat diterima. (Selera penulis utama dalam menyeleksi penulis pendampingnya tentu berlainan, bukan?) Bahkan, bisa saja mereka lebih sukses bila menjadi co-writer bagi penulis lain atau bahkan bila menjadi penulis tunggal.
Hasil Seleksi Naskah Muslim Romantis
Dari 51 naskah kisah nyata yang disampaikan kepada saya, 12 naskah (dari 11 penulis) di antaranya saya putuskan untuk dimasukkan ke dalam naskah buku Muslim Romantis: Kumpulan Kisah Nyata. Di bawah ini daftar 12 naskah tersebut, yang saya urutkan mulai dari yang paling sedikit memerlukan perbaikan:
Tanpa revisi, tanpa koreksi:
1 – Cerita Sepotong Luka – Iwok Abqary
Tanpa revisi, sedikit koreksi:
2 – Menjemput Asa Menyibak Belukar – Indarpati (judul semula: “Cintaku dan Kekasih Kedua Bernama Pena”)
3 – Elegi Masa Lalu: Terkubur Lembar Baru – Ria Fariana (judul semula: “Elegi Masa Lalu, Terkubur Bersama Lembar Baru”)
4 – Menapak Tangga Menuju Mimpi – Indarpati (judul semula: “Andai Kau di Jakarta Saat Ini”)
5 – Dia: Dalam Segaris Senja – Hendra Veejay
6 – Lajang Betawi Mencari Cinta – Nursalam AR (judul semula: “Lajang Mencari Cinta”)
Sedikit revisi, sedikit koreksi:
7 – Mas, Aku Dirayu Dong! – Dewi Rieka Kustiantari (judul semula: “Mendidik Suami”)
8 – Titian Cinta Kairo-Jakarta – Ummu Syadi
9 – Siapa Tak Sakit Ditolak Cintanya? – Azti Arlina (judul semula: “Siapa Yang Tak Sakit Ditolak Cintanya?”)
Sedikit revisi, banyak koreksi:
10 – Masih Ada Cinta untuk Malaikatku – Annisa Azalenia (semula tanpa judul)
11 – Dingin dalam Penantian – Taufik Hidayanto
12 – Aku Mencintaimu dengan Segala Keluguanku – Makaribi (judul semula: “Ketika Harapan Tinggal Kenangan”)
Bila 12 naskah itu ditambah 3 naskah dari saya, jadilah 15 naskah Muslim Romantis. Dengan 15 naskah ini, saya merasa percaya diri untuk menawarkannya ke penerbit terbaik. Sebab, saya yakin, sebagian dari 12 naskah yang lolos seleksi itu lebih layak terbit daripada naskah saya.
Adapun 39 naskah lain yang belum lolos seleksi, itu bukan berarti naskah-naskah tersebut tidak layak terbit. Bila ditawarkan ke tempat lain, Sekolah Kehidupan misalnya, naskah-naskah itu masih bisa diterima untuk diterbitkan dalam bentuk buku. Selera orang dalam menyeleksi naskah itu berlainan, bukan?
Solo, 13 Maret 2007, 23:57
M Shodiq Mustika



Ohhh…
meski tertatih-tatih kurangkum cerita menjadi sebuah cerpen, ternyata … karya tulisku diterima meski dengan revisi dan banyak koreksi…..
Alhamdulillah
Terima kasih Pak Shodiq
Tetap semangat…..
Hiks…gk lolos!
Surat Terbuka Untuk “Muslim Romantis”
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Segala puja dan puji hanyalah milik Allah Yang Menggenggam setiap kejadian. Pengangkat setiap kemuliaan. Penyempurna setiap kebahagiaan.
Sholawat serta salam semoga senantiasa menyelimuti Rasulullah SAW tercinta
berikut seluruh keluarga, kerabat, dan umatnya sepanjang zaman. Amiin..
Surat ini saya tujukan untuk Sahabat-Sahabatku
yang merasa kurang/tidak berkenan dengan tulisan saya
Mencari “MUSLIM ROMANTIS”
dan seseorang yang secara langsung
(meski awalnya tanpa sadari)
telah saya lukai.
Sungguh, setulus hati saya mohon ma’af,
benar-benar mohon ma’af atas kalimat-kalimat saya
yang (mungkin) memang tidak pada tempatnya.
Namun DEMI ALLAH SAYA BERSUMPAH dan
disaksikan oleh
ALLAH YANG MENGUASAI HATI SAYA,
sedikitpun saya tidak berniat atau berusaha
untuk menjelek-jelekkan orang lain
atau merendahkan apapun.
Ma’afkan saya…
Dalam tulisan itu, saya hanya bermaskud menekankan
bahwa sudut pandang, keyakinan, prinsip kita
tentang CINTA memang berbeda.
Saya hanya ingin menceritakan tentang diri saya.
Hanya itu. Tidak lebih.
Saya menghormati prinsip dan keyakinan setiap orang,
dan saya tidak berhak untuk menganggap bahwa
prinsip dan keyakinan saya lebih baik daripada orang tersebut.
Dan saya berusaha untuk melakukan itu.
Namun bila ada kata-kata saya yang salah,
yang (mungkin) memang tidak seharusnya saya tuliskan
atau (mungkin) mengandung pengertian yang bias,
sekali lagi hingga beribu-ribu kali lagi
saya mohon ma’af…
setulus hati, sedalam-dalamnya.
Sepenuh hati saya terima, saya ikhlas,
apapun anggapan yang ditujukan kepada saya.
Saya memang terlalu sombong untuk menganggap diri
sebagai muslimah romantis,
terlalu sombong untuk mengatakan saya CINTA,
terlalu sombong untuk menganggap diri seorang yang idealis.
Saya sadari itu sepenuhnya dan saya sadari itu SALAH.
Sungguh saya mohon ma’af,
dan pada Allah saya mohon ampun.
Terima kasih sebesar-besarnya untuk seorang sahabat,
saudara seiman yang telah saya lukai,
yang telah bersedia menjadi cermin bagi saya
untuk melihat daki dan kotoran yang menempel pada diri saya.
Semoga Allah membalas kebaikan antum
dengan sesuatu yang lebih baik.
Amiiin.
Ma’afkan saya…
Saya tidak mampu berkata apa-apa lagi,
Segala KEBENARAN datangnya hanyalah dari Allah,
dan KESALAHAN datangnya dari
kelalaian serta kekhilafan saya semata.
Untuk yang terakhir kali,
Setulus hati, sedalam-dalamnya…
SUNGGUH, MA’AFKAN SAYA…
Yogyakarta, 21 Maret 2007
Alhamdulillah
jazzakallah untuk pak Shodiq yang mencantumkan nama saya (meski ada koreksian,gpp namanya juga belajar), iya lho pak yang saya itu kisah nyata beneran, sampe nangis-nangis tuh waktu kejadiannya (eh..ikhwan boleh nangis kan ?)
saya jadi semangat nulis lagi nih
jazzakallah
wass wr wb
yaaa… aku masih boleh kirim tidak, pak? Soalnya kelupaan, kirain di akhir Maret…
assalamualaikum. boleh minta alamat emailnya?
saya baru selesai buat cerpen nih… insya allah mau dikirim buat lomba di majalah Ummi.. bisa minta tolong dikoreksi, minta kritik dan sarannya… trima kasih mas/…
alamat email?
lihat kalimat terakhir di http://muhshodiq.wordpress.com/tentang/
hiks….hiks…ana nggak lolossss……
myukkuy
kami penerbit di kota semarang,memperkenalkan sekaligus membuka peluang kepada penulis untuk mengirimkan C.V .Judul buku,serta daftar isi buku untuk kami pertimbangkan terbit,terima kasih.
Assalamu’alaikum wr.wb
Bisa gabung nggak nih Bi ?
belum telat kan ? kalaupun udah, plz kasih waktu lagi ya……..
Jzkmllah khr
Assalamualaikum Pak Shodiq,
Piye kabare pak? Apik wae to..makin produktif aja pak..oj iya pak mo nanya bagaimana kelanjutan Muslim Romantis ini ya pak? Terima kasih..
wassalam
Dedew-Semarang
wa’alaykum salam
naskah Muslim Romantis masih berada di meja editor Erlangga, kita masih menunggu jawaban
Oh iya ya pak, semoga hasilnya positif aka menggembirakan, amin..kita doain bersama ya teman-teman! ganbatte!
Semoga naskahnya diterima, pak!
Kita semua mendoakan semoga sukses!
assalamu’alaikum wr. wb.
Bagaimana kabarnya pak? Semoga sukses selalu.
Mohon info perkembangan terakhir buku ini? Apakah Erlangga jadi menerbitkannya? Bukankah biasanya penerbit paling lama memerlukan waktu 3 bulan untuk menentukan apakah suatu naskah disetujui untuk diterbitkan atau tidak?
Atau jika Erlangga tidak setuju, mungkinkah naskah tersebut ditawarkan ke penerbit lain?
Wassalam,
Ummu Syadi